Sejarah

Yayasan Pendidikan Dharma Karya (YPDK) dibentuk pada tanggal 10 September 1957 oleh 12 orang pendiri yang terdiri atas para pejuang kemerdekaan, pegawai negeri, pengusaha, pengacara, dan mahasiswa. Para pendiri tersebut adalah Bachtiar Saleh Yamil, Alam Koersoes, Raden Slamet Achdiat Poeraatmadja, Raden Ahmad Kosasih, Meester Abdullah Hafil Sutan Hidajat, Raden Soetojo Mangoenredjo, Raden Sadjud Achmad Suhaemi, Raden Mas Moestedjo, Mochamad Darmawan, Soebroto, Suhari, dan Moekajat,

Maksud dan tujuan pendirian YPDK adalah menyelenggarakan dan memajukan segala usaha dalam lapangan pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan dalam arti yang luas sebagai Dharma dan Karya untuk nusa dan bangsa.

Sebagai langkah awal YPDK meneruskan penyelenggaraan sekolah yang dahulu bernama Sekolah Menengah Atas (SMA) “Siswa” dan sudah berjalan selama 4 tahun. Seiring dengan perjalanan waktu, terselenggara pula beberapa jenjang pendidikan lainnya di antaranya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sejak resmi beroperasi YPDK berkedudukan di Jl. Melawai XII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. YPDK turut menjadi saksi dan telah bertransformasi mengiringi perkembangan kawasan Blok M menjadi lokasi strategis yang mudah dijangkau dan dilalui oleh berbagai moda transportasi umum.

Berkat kerja keras semua pemangku kepentingan, SMA dan SMK Dharma Karya bergerak maju menjadi sekolah umum yang modern dan bernuansa islami. Puncaknya adalah SMA dan SMK Dharma Karya berhasil memperoleh akreditasi peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang berhasil dipertahankan selama puluhan tahun. Dengan bimbingan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan, sinergi antara kepala sekolah, dewan guru, karyawan, dan dukungan para pihak, Yayasan Pendidikan Dharma Karya bertekad untuk senantiasa berusaha menghasilkan generasi cerdas, sehat, berakhlak mulia, dan berkualitas agar dapat berperan serta dalam kemajuan dan kepemimpinan bangsa dan negara Indonesia.